Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Garut Akan Ditutup Akibat Covid-19

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyatakan siap menutup kantor pemerintahan jika ditemukan ada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Garut yang terpapar Coronavirus.

Menurut Rudy, pihaknya telah melaksanakan swab test massal di kalangan PNS untuk mendeteksi penyebaran wabah Coronavirus. Hasilnya baru akan diumumkan pada Rabu atau Kamis pekan ini.

“Hasil swabnya akan kami umumkan besok atau lusa. Siapa saja yang kena di Pemda, tapi mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2020.

Rudy menyebutkan, jika ditemukan ada PNS yang positif Coronavirus, maka pihaknya tak ragu untuk menutup perkantoran Pemkab Garut. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mencegah penyebaran Coronavirus.

“Kalau ada yang kena (positif), kami akan tutup dulu seperti Gedung Satiate (Kantor Gubernur Jabar). Kami akan lakukan following,” ucapnya.

Rudy menuturkan, selain PNS, swab tes juga akan menyasar instansi lain dan juga warga masyarakat lain untuk mendeteksi penyebaran wabah Coronavirus.
Ia mengatakan, untuk saat ini prioritas pemeriksaan yaitu kalangan tenaga kesehatan, pekerja di perkantoran, dan orang di sektor pariwisata dengan target tes usap di Garut sebanyak 27 ribu orang.

Berdasarkan arahan presiden, lanjut Rudy, ada tiga klaster yang rentan terhadap penyebaran Coronavirus. Yaitu pertama tenaga kesehatan (nakes), sangat wajib untuk mengikuti swab test. Kedua adalah pekerja di perkantoran dan ketiga orang di pariwisata.

“Untuk tenaga kesehatan di Garut sebanyak empat ribuan, sementara baru seribu orang yang sudah menjalani swab test,” katanya.

Rudy menambahkan, Pemkab Garut juga akan menambah anggaran untuk pelaksanaan swab test massal agar bisa mencapai target pemeriksaan hingga 27 ribu orang sesuai arahan pemerintah pusat yakni sebanyak 1 persen dari umlah penduduk.

“Sekarang sudah hampir 10.000 orang. Target hingga akhir September 17.000 lagi yang akan mengikuti swab test,” katanya.